Justin adalah laki-laki karakter utama dalam cerita Grandia ini. Walaupun ia masih remaja, ia sangat berpotensi menjadi ksatria kuat. Justin bermuka sedikit bundar dan berambut merah. Tampang wajah dan perilakunya pun menunjukkan sifat kekanak-kanakan. Ia selalu memakai baju biru. Helmnya pun biru. Ia mengenakan semacam teropong di atas kepala. Namun, ia jarang sekali menggunakannya. Justin juga sering memakai syal merah dan sepatu kelabu-merah.
Impian Justin adalah mengikuti jejak ayahnya dan menjadi petualang terhebat sepanjang waktu. Namun sikapnya yang kekanak-kanakan dan kurang teliti telah memperkenalkan dirinya sebagai pembuat masalah di kota kelahirannya, Parm. Justin sangat membenci kenyataan bahwa tidak ada orang yang menganggapnya serius dalam segala aktivitas dan impiannya.
Kebanyakan alur cerita dalam Grandia bercerita tentang tujuan Justin dalam menyelidiki peradaban Angelou yang hilang dengan cara pergi ke tempat yang sangat jauh bernama Alent.
Keahlian senjata yang ia kuasai adalah Pedang, Tongkat, dan Kapak. Ia juga dapat menguasai semua sihir.
Sue adalah seorang perempuan berambut ungu yang menjadi sahabat Justin sejak kecil. Ia selalu mengenakan pakaian berwarna merah jambu dan anting bundar besar berwarna hijau.
Sue tinggal di samping Restoran Burung Camar, sebuah usaha milik Lily, ibu dari Justin. Sue selalu ingin bersama dengan Justin dan ia sering berkunjung ke rumah Justin.
Walau pun Sue lebih muda dari Justin, Sue selalu memandang Justin bagai sebaya dengannya. Sue juga berlaga dewasa, namun ia terkadang suka terlalu banyak bicara.
Sue selalu ingin berpetualang bersama Justin, walau Justin sendiri ter- kadang tidak menginginkannya.
Sue ikut berpetualang bersama Justin sejak pertama kali, dan berpisah sa- at Sue sakit di Bukit Menghilang Misterius.
Keahlian senjata yang ia kuasai adalah Tongkat, dan senjata lempar. Ia juga dapat menguasai semua sihir.
Perempuan lainnya dalam petualangan Justin. Berbeda dengan Justin, Feena terkesan minimalis dalam cara berpakaiannya. Feena biasa memakai baju merah muda dengan sedikit garis merah, begitu pula dengan celananya. Feena memiliki rambut hijau yang diikat bercabang dibalit kain kuning dan pita merah.
Feena adalah perempuan terpopuler di Parm Baru. Itu karena ia adalah seorang petualang peringkat atas dalam Perkumpulan Petualang Parm Baru. Menurut Justin dan Sue, Feena tidak hanya baik dalam bertualang, namun juga imut dan pandai memasak.
Justin dan Sue bertemu Feena pada saat mereka berada di kapal Steamer dalam perjalanan menuju Benua Baru. Pada saat ini, Feena memutuskan untuk ikut bertualang bersama Justin. Feena akan berpisah dari kelompok Justin saat ia memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menghentikan Gaia.
Keahlian senjata yang ia kuasai adalah Pisau, dan Cambuk. Seperti yang lainnya, Feena juga dapat menguasai semua sihir.
Gadwin merupakan seorang ksatria dari Dight yang bertubuh besar. Ia tidak pernah memakai baju (bertelanjang dada), tetapi menggunakan perisai emas di lengannya.
Ia selalu mengikuti aturan ksatria sejati: selalu menolong orang lain dan rela berkorban demi desanya.
Kelompok Justin pertama kali bertemu Gadwin di Lembah Naga Terbang. Di sana Justin dan Gadwin membuat janji untuk saling membantu. Setelah insiden Dight, Ganwin menepati janji antar lelakinya dan bergabung dengan kelompok Justin untuk menemukan tempat bernama Alent.
Justin akan berpisah dengannya saat Gadwin menilai Justin sudah berkem-bang cukup kuat untuk bertualang sendiri dari Hutan Dight.
Keahlian senjata yang ia kuasai hanya adalah Pedang. Sedangkan untuk sihir, ia hanya dapat menggunakan sihir berelemen api dan tanah.
Rapp adalah remaja berdarah panas dari desa Cafu. Ia memiliki ciri khusus yaitu bertelinga panjang dan memiliki luka atau tanda berbentuk huruf X di dahinya. Ia juga berambut coklat. Sehari-harinya, ia mengenakan jubah coklat, celana dan boot berwarna hijau. Ciri lain anak ini adalah suka mengupil, dan sering memanggil Justin dengan sebutan 'Juss'
Rapp adalah seorang pemburu hebat. Penduduk desanya sering meminta bantuan padanya. Ini semua karena kemampuannya untuk berpindah tempat dengan bantuan angin dan daun. Bagaimana pun juga, Rapp suka marah dan mengambek.
Rapp bergabung dengan Justin setelah Justin tiba di Cafu, dan akan ikut bersama Justin hingga akhir petualangannya.
Keahlian senjata yang dapat ia pakai adalah Pedang, Tongkat, dan Senjata Lempar. Tidak seperti Gadwin, Rapp dapat menguasai semua sihir.
Seorang perempuan kuat yang ada dalam kelompok Justin. Ia sangat minim dalam berpakaian, sehingga ia terlihat sedikit seksi. Namun dari cara berpakainnya yang tidak rapi, dapat menunjukkan kekuatannya yang tidak sedikit. Ia juga terlihat sangat sangar saat marah.
Justin menemuinya di Menara Ajal dekat Cafu. Ia memutuskan bergabung dengan Justin setelah ia sadar ia memiliki tujuan yang sama. Milda berpisah dengan Justin setelah ia bertemu kembali dengan suaminya, Darlin, salah satu dari Orang Bijak di Zil Padon.
Keahlian senjata yang ia kuasai adalah Pedang, Tongkat, serta Kapak. Tapi ia tidak dapat menggunakan sihir sama sekali.
Guido adalah teman Justin lainnya. Berbeda dari teman-teman lainnya, Guido bertubuh pendek. Guido adalah kelinci berbicara yang memimpin ras Mogay, ras yang terkenal mengelilingi dunia untuk menjual barang. Tentu saja ia juga adalah seorang Mogay.
Guido menjadi
merchant Mogay secara alami. Ciri khasnya adalah ia suka menambahkan akhiran 'a' pada saat ia berbicara. Selain itu, tentu saja sangat cinta uang, karena ia adalah
merchant. Terkadang ia menggunakan cara-cara licik untuk mendapatka keuntungan.
Justin sudah beberapa kali bertemu dengan kelinci ini dalam perjalananya. Namun, pada akhirnya di Zil Padon, Guido memutuskan untuk bergabung dengan Justin sampai di Jembatan Pelangi, pintu masuk menuju Alent.
Keahlian senjata yang ia kuasai adalah Pisau, Pedang, dan Senjata Lempar. Seperti Milda, ia juga tidak dapat menggunakan sihir sama sekali.
Liete merupakan karakter utama yang pertama kali ditemui Justin setelah Sue. Namun, Liete adalah karakter terakhir yang bergabung. Liete adalah wanita muda yang misterius. Liete lah yang telah memberi tahu Justin mengenai peradaban Angelou dan Alent. Tidak jelas apakah Liete adalah manusia biasa atau kah
spirit yang dikirim Angelou.
Kebanyakan cerita Grandia ini berpusat pada misi Justin untuk bertemu dengan Liete di Alent. Liete bergabung dengan Justin di Alent untuk melihat masa depan yang akan dicipta oleh Justin. Liete akan terus ikut bersama Justin sampai akhir.
Sayangnya, keahlian senjata yang Liete kuasai hanya adalah Tongkat. Bahkan ia juga tidak dapat menggunakan sihir sama sekali.